Setelah semua urusan pemeranan selesai, termasuk pemeran pendukung dan cameo, maka yang dipersiapkan selanjutnya adalah schedule karena waktu kita sangat amat terbatas. Hari Sabtu saya mengirim naskah ke para pemain, sedangkan senin lusa sudah dilaksanakan UTS 1. Tentu saya tidak ingin membebani tim. Rencana awal, shooting hanya akan memakan waktu 3 hari. Ya, 3 hari. Waktu yang sangat fantastis untuk filmi seperti yang saya ekspektasikan tapi saya yakin itu akan cukup. Maka hari minggu adalah hari pertama pengambilan gambar.
Demi apapun film ini dibuat tanpa survei lapangan pada lokasi2 yang akan menjadi setting film ini. Padahal salah satu hal yang ingin saya lakukan melalui film ini adalah memanjakan mata penonton dengan view-view indah nan tak terduga dari kabupaten kendal tercinta. Dalam naskahpun, saya memasukkan begitu banyak setting. Tetapi, karena saat itu sudah sangat mepet dengan deadline, jadwal tetap tidak bisa berubah. Saya mengumumkan bahwa shooting day1 akan dilaksanakan di kaliwungu dan dilanjutkan di Rumah Kos Early, pengarang ide cerita.
Akan ada scene berlatar kampung halaman Anna dan Rudi yang dalam cerita memang berumah di kaliwungu. Meetingpoint kami di rumah Malyda. Setelah semua tim yang dijadwalkan datang, kami melakukan reading sebentar dan harapan saya mulai terbangun kemistri Anna dan Rudi pada Malyda dan Garindra. Jujur, saat itu saya benar kagum pada mereka karena character-building mereka sangat baik dan memakan waktu yang sekejap. Seakan saya sedang menghadapi Anna dan Rudi dalam bentuk nyata. Walaupun, saat melakukan take scene untuk pertama kalinya, saya melakukan hampir puluhan kali retake karena mereka berulang kali tertawa saat beradegan.
Setelah selesai scene dengan set di rumah Malyda, kami bergerak ke daerah persawahan Sawah Jati. Ini salah satu yang saya suka ketika Anna dan Rudi menaiki motor melintasi sawah-sawah. Ya, walaupun sebenarnya saya kasihan kepada Garindra karena scene ini harus diulang sekitar 4kali dan artinya ia juga harus berputar balik selama 4kali hehehe.
Selesai scene di kaliwungu sekitar pukul 3 siang dan kami menuju meeting point selanjutnya di Kos Early di Kendal. Disana, hampir semua cast datang. Di kaliwungu tadinya kami hanya berempat, saya bersama Garindra, Malyda dan Lia. Lalu di Kendal ada Adinda, Miftah, Early dan Degrita. Sebenarnya kami akan melakukan scene di kos tetapi lighting kami sangat terbatas saat itu dan kos sangat gelap. Awalnya saya tetap memaksa melakukan pengambilan gambar sampai scene yang ditargetkan selesai. Tetapi, take hingga sekitar pukul 8 semuanya sia-sia karena tidak ada satupun yang layak tayang.
Malam itu juga saya bersama semua tim memutar otak. Yang kami perlukan adalah set baru untuk setting kos-kosan. Seakan baru menerima hidayah, ada yan menyebut nama Ardhia yang punya sebuah kos-kosan, dan dia salah satu cast pula dalam film ini. Detik itu juga, saya menghubungi Ardhia untuk menjadikan kosnya sebagai salah satu set film ini. Ternyata clear, walaupun besok dia ada latihan paskibra dan tidak bisa menemani. Its okay. Yang terpenting malam ini saya masih bisa tidur walaupun tidak nyenyak karena besok pasti akan ada lebih banyak cobaan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar